Jokowi Berpeluang ke DKI ‘Naik’ Esemka
Posted by admin on 19 January 2012

undefined

Tempo - Pakar politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, menyebutkan jika peluang bagi Wali Kota Surakarta Joko Widodo untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI semakin lebar.

Apalagi, saat ini popularitas Jokowi semakin naik melalui demam mobil nasional Kiat Esemka. Sebelum isu Kiat Esemka mencuat, popularitas Jokowi di Jakarta sudah cukup bagus,” kata Chaniago saat ditemui di Solo, Senin, 9 Januari 2012.


Extended News

TEMPO.CO, Surakarta - Pakar politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, menyebutkan jika peluang bagi Wali Kota Surakarta Joko Widodo untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI semakin lebar. Apalagi, saat ini popularitas Jokowi semakin naik melalui demam mobil nasional Kiat Esemka.

Sebelum isu Kiat Esemka mencuat, popularitas Jokowi di Jakarta sudah cukup bagus,” kata Chaniago saat ditemui di Solo, Senin, 9 Januari 2012.

Dia menyebutkan, riset yang dilakukan oleh Lembaga Cyrus Network bersama Laboratorium Psikologi Politik, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, pada Desember lalu menempatkan Jokowi sebagai figur yang cocok dalam memimpin Jakarta.

Dia menyebutkan, pemberitaan di media nasional mengenai penggunaan Kiat Esemka sebagai kendaraan dinas Wali Kota Surakarta sangat mempengaruhi persepsi masyarakat, termasuk warga Ibu Kota. “Masyarakat mampu menemukan sifat kepemimpinan yang dianggap ideal,” kata Chaniago. Dia yakin peluang Jokowi untuk melenggang sebagai Gubernur DKI menjadi terbuka sangat lebar.

Dia juga yakin, DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga akan memberikan dukungan pada kadernya tersebut. Dia menyebut jika dukungan tersebut sudah diperlihatkan oleh partai. “Jokowi tidak mengembalikan formulir penjaringan, tapi toh tetap masuk sebagai salah satu kandidat,” katanya.

Hanya saja, dalam pemilihan Gubernur DKI, PDI-P tidak bisa menggotong calonnya sendirian. “Sebab, kursinya di legislatif hanya terbatas,” kata Chaniago. Partai bergambar banteng tersebut harus berkoalisi dengan partai lain dalam mengusung calonnya.

AHMAD RAFIQ